Tentang Diriku
Menurutku, semua manusia di dunia ini adalah sama derajatnya.Tak ada yang diistimewakan dan juga dikucilkan.Namun, karena usaha dan sifat – sifat serta karakter dan pribadi orang yang berbeda – beda, itu yang membuat cara pandang orang menjadi berlainan.Ada yang dalam segi postif dan juga negatif.Manusia di dunia ini pun tak ada yang sama, boleh serupa tapi tak sama.Teman – temanku, Guru – guruku, orang tuaku memiliki sifat yang berlainan.Semuanya unik dan istimewa di mataku.Walaupun , untuk berteman dari salah satu orang kita perlu beradaptasi dan mendekatkan diri dengan orang itu, begitu juga dengan aku.
Aku seorang gadis biasa, yang sebelumnya tak tahu apa – apa tentang dunia ini.Jangankan dunia, data tentang diriku sendiri pun sebelumnya aku belum terlalu mengerti.
Namaku Ruth Arthasya Angelica T.Aku dilahirkan dari keluarga yang tidak terlalu berada.Sukuku Batak, aku bersekolah di SD.ST.Antonius, aku memiliki orang – orang yang menyayangiku dengan luar biasa.Waktu aku kecil, ibuku berjualan , sedangkan ayahku sebagai karyawan swasta.Jujur, waktu kecil aku sering berpikir, “Mengapa harus aku ya yang dirimkan ke dunia ini, Tuhan.Terus, kenapa orang tuaku mesti mereka.Kenapa bukan orang lain aja?”Aku sejak kecil memang memiliki sifat keingintahuan yang besar.Aku merasakannya.Di sekolah setiap ada masalah atau temanku ingin mencurahkan isi hatinya aku selalu repot dan selalu, selalu ingin tahu.Oleh karena itu, aku menyebut diriku “PRINCESS of CURIOUS”Aku juga merupakan orang yang penakut, bukan penakut dalam tampil di depan layar, atau yang lainnya.Tapi, takut dengan hal mistis.Ihhhh.Aku juga merupakan orang yang pemalu, butuh waktu untuk aku agar berani tampil di depan panggung.Itulah diriku.Aku memiliki hobi membaca sejak kelas 3 SD.Penulis favoritku adalah Enid Blyton, karyanya bagus – bagus sekali.Kalau aku bertemu dengan dia, aku akan mengeluarkan pertanyaan seperti arus sungai.Aku ingin seperti dia, seorang penulis yang digemari banyak orang dan memiliki segudang imajinasi.Oke semua, kita tinggalkan dulu cerita kita yang ini ya.Aku juga memiliki hobi menyanyi, mendengarkan musik, bermain keyboard dan piano.Kalian pasti terkejut ya, waktu melihat tulisan piano / keyboard, sudah terlihat koq di mata kalian itu lho, ada tanda tanya, “katanya kurang berada, masa bisa beli keyboard sih?”Haha, sedikit tawaku untuk kalian ya, aku belajar musik dari kelas 5 semester 2, itu berawal dari ibuku ( mami ) mungkin mamiku ini melihat potensi musik dalam diriku, sehingga sebuah hasrat untuk mami, untuk menggali bakatku lebih mendalam.Kelas 5 aku mengikuti eskul musik, tepatnya pianika, mungkin mami serong melihatku mengotak – atik tuts di pianikaku itu, sehingga mami memiliki pandangan dan ininsiatif, untuk memasukkan ku di suatu tempat les musik, pertama – tama aku belajar keyboard di Purwacaraka, adikku yang pada saat itu masih kelas Tk B pun mengikuti les itu, tetapi les piano di sekolahnya, yang dibimbing oleh guru yang sudah terdaftar di sekolahnya, Harvest National Plu.Namun lama – kelamaan aku iri dengan Blandina, adikku aku ingin sekali dapat bermain piano, sehingga, les keyboardku pun aku tinggalkan, sehingga aku les privat piano dengan dibimbing guru yang sama dengan Blandina.Betapa senangnya aku, mimpiku sejak 2, 5 tahun itu terkabul ( sejak kelas 2 )Dan sejak saat itu aku sering tampil di lingkungan rumahku dan di acara – acara sederhana yang diselenggarakan.Sedangkan, untuk uang membeli keyboard, itu bukan segala – galanya buat papi dan mamiku.Sejak kelas 3 kehidupan mami dan papiku berbeda, aku merasa kerja kerasa papi mami itu membuahkan hasil.Tidak sia – sia.Aku mulai berpikir dan memang itu realistis bahwa papiku naik jabatan.Siapa yang tak senang!Tetapi, sebelumnya aku minta maaf ya, Teman!Seharusnya aku tak menceritakan tentang jabatan maupun pekerjaan orang tua kita.Ya sudahlah, seperti lagu Bondan mari kita tinggalkan cerita ini lagi.Aku juga pernah les ice skating lho, Teman!Asal tahu saja.Haha.Aku memiliki paman dan bibi yang sangat baik hati dan berasal dari keluarga berada, namanya Tulang ( dalam Bahasa Batak ) Rudolf Naibaho dan Nantulang ( dalam Bahasa Batak ) Septiana Madonna.Sebelumnya, bibi menelepon mamiku ( waktu aku kelas 3 ) untuk mengajakku bermain ice skating di Mall Taman Anggrek.Terkejut?Pastinya.Dan sejak saat itu, dimulailah petualanganku dengan ice skating itu.Tapi, sayang saat ingin kenaikan kelas 4, aku mulai terhenti dari les itu.Oh ya, hampir lupa, aku memiliki 2 orang adik yang imut luar biasa, lucu, nakal, menggemaskan.Ya, mau bagaimana lagi, aku berkata jujur sehingga terkadang aku menyebut mereka, nakal.Adikku yang paling besar bernama Meilisa Virginia Blandina T dan yang paling kecil Matthew Delano Hasea T.Saat aku mengetik tulisanku ini Blandina kelas 2 SD di SD.ST.Vincentius Otista sedangkan Matthew belum sekolah dan akan beranjak 4 tahun Januari nanti.Mereka luar biasa berpengaruh di dalam hidupku Prestasiku di sekolah pun cukup memuaskan, tidak terlalu hebat dibandingkan temanku, Inggrid Monalita, yang mendapat gelar bintang kelas 5.Aku mendapat rangking 4 di sekolahku.Aku pun cukup aktif di dalam dunia maya, aku senang sekali membuka blog orang – orang dari mencanegara yang khusus tentang photography dan fashion.Aku memang tak terlalu eksis di fashion namun aku senang sekali melihat cara mereka men-shoot foto – foto itu.Sungguh hebat!Mereka semua ( dari awal cerita hingga akhir ) merupakan figur menarik bagiku dan panutan juga bagiku.Aku pernah membaca note di Facebook Ompung Mula Harahap, “Manusia itu sepreti buku.Yang menarik untuk dibaca.”Kira – kira itu intinya.Kira – kira sampai situlah perkenalan tentang diriku untuk pertama – kalinya sebagai pembuka.Aku juga ingin mengingatkan kalian dengan 1 hal yang sungguh luar biasa ini, “Jadilah dirimu sendiri, karena setiap manusia itu unik.Being yourself .It’s much better! Hidup bagaikan pelangi yang terdiri dari berbagai macam pengalaman.Sampai jumpa semua!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar