Hari Sial dan Keberuntungan
· Pembacaan puisi
· Pembukaan : Teman – teman dan Bapak Guru sekalian kami dari kelompok 4 ,
akan mempersembahkan sebuah drama sederhana dari hasil kerja kami sendiri.Mari sama – sama kita saksikan!
Narator : Di luar angkasa ini, sebenarnya terdapat planet – planet unik, se-
lain bumi.Planet itu bernama “Chimy Clea”Planet ini sungguh indah dan menakjubkan.Jika dilihat – lihat planet ini mirip bumi, namun planet Chimy Cylea lebih indah, kelihatannya.Di sana kita dapat menemui sungai coklat, kebun permen, bunga pelangi, menara tallest, danau susu, dll.Bukan hanya itu saja, makhluk – makhluk yang tinggal di sana pun cukup unik, yaitu para liliput.Liliput berupa hampir mirip manusia.Dan, di sana terdapat suatu daerah bernama “Chimy Ciwa”
T : Kembalikan tasku, Badan Besar! ( sambil mengejar )
L : Kau akan mendapatkan tas jelek ini, jika kau dapat menangkapku!” (
sambil menjulurkan lidah )
T : Aahh..Sial sekali nasibku ( sambil mmegang kertas ulangannya )Sudah mendapat nilai matematika empat, dimarahi Pak Is, diambil lagi tasku.Ohh!!Naseb!Nasib!Hoamm..Karena masalah ini aku jadi ngantuk ( T mulai tertidur )
Narator : Di dalam tidurnya, Teddy mulai bermimpi.Bertemu dengan seorang gadis cantik, mereka berdua bermain bersama di taman, memetik bunga, bercanda bersama, tapi tiba – tiba...
T :Aww..Sakit sekali!Huhhuhuhuhu!Apa sudah nasibku seperti ini?Ta...Tapi apa ini? ( sambil melihat ke bawah )Wah!Lumayan sebuah makanan ringan untuk mnegisi perut kecilku.Ohh, kasihan perutku! ( makan makanan yang didapatkannya < sampai setengah habis > ) Tapi!Oh, badan besar!Aku hampir melupakannya.Di mana dia?Aku harus mengerjarnya, karena di dalam tas itu ada titipan untuk Chelley dan Lidya dari Nyonya Joneth.Aku bisa dimarahi Nyonya Joneth jika tidak menyampaikan pesanana itu.Ahh!Karena si badan besar itu aku jadi tertimpa sial.Lebih baik, sekarang aku kembali mengerjar dia.LINO!Tunggu aku! ( sambil berlari kecil )Wah!Benda apa itu?Wah...Sebuah kotak pensil dan koin emas.Wah...Lebih baik aku bawa ini, dan aku harus tetap berlari.
N :Setelah berlari – berlari, dan berlari akhirnya Teddy sampai di Sungai Susu, ia sungguh lelah, keringatnya bercucuran ke mana – mana.Tapi tiba – tiba.
T :Awww!Aduh!Lagi – lagi aku tertimpa sial!Apa ini hari terakhirku dapat merasa bahagia!Apa tak ada kata lain selain sial!Ohh...Kakiku, kasihan sekali ( sambil memegang lututnya )Hwaaa!!Lebih baik aku kembali ke rumahku.
N :Dengan perasaaan kesal dan hati yang berat, terpaksa ia pergi kembali ke rumahnya dengan berat hati dan tanpa tas hitam kesayangannnya itu.Pada saat itu Teddy sudah merasa selalu tertimpa sial.Namun, Teddy memiliki teman yang bijaksana, pintar meramal, dan cerdik.Namun, terkadang kata – katanya sering menyinggung perasaan.Temannya itu bernama, Coleth.Ia tinggal serumah dengan Teddy, tepatnya di Rumah Manis Jamur.Dan...
T :Tok..Tok..Tok Di mana Coleth?Sepertinya ia masih berada di rumah Manis Jamur.Di mana kamu?Hallloo!!Anybody home?
C :Iya ada apa, bodoh?Pasti, kakimu tersandung batu.Ohh, sungguh indah hidupmu.Sudah bodoh selalu mendapat keberuntungan lagi.
T :Sudah!Kakiku sungguh sakit!Perih sekali, rasanya, daranya tak mau berhenti keluar.
C :Ya, baiklah!Liliput MALANG!( sambil mengobati luka Teddy )
T :Terima kasih, Coleth.
C :Ya..Sama – sama.
T :Tapi apa maksudmu berkata bahwa aku adalah bodoh dan selalu mendapat keberuntungan.
C :Maksudku adalah.... ( tiba – tiba terdengar teriakan dan ketukan pintu )
L :Teddy!Teddy!Buka pintunya!Auhhh...
T :Ada apa badan besar?Kau sungguh membuatku sial?
L :Bunda Peri akan menghukumku.Karena, Peri Bening telah melihat kenakalanku.Maafkan aku!Aku mohon, aku akan dihukum jika..Huhuhuu ( sambil menangis )Maafkan aku, Teddy!Ini tasmu!Maafkan aku juga, karena aku sudah merusak bagian pegangan dan resletingnya, namun sepertinya itu maish bisa diperbaiki.Sebagai gantinya 3 koin emas ini kuberikan padamu.
T :Iyaa..Iya, aku maafkan, aku adalah orang baik, bijaksana, dan arif.So, aku akan memaafkanmu.Santai bro, asal ada satu syarat.
L :Apa itu syaratnya?
T :Kau harus menemaniku mengantar pesanan Nyonya Joneth, untuk memberikannya ke Lidya dan Chelley.So, let’s go..Tapi pelan – pelan saja karena kakiku sedang sakit!Perih sekali, rasanya!
L :Oke!
T + L :Tok...Tok ( menegetuk pintu )Chelley..Lidya..Are you alive?
L :Yes, I am.What happen?Isn’t the my grandma’s order?
T :Yeah...Sungguh sulit, berkomunikasi dengan dia, harus memakai Bahasa Inggris.
L :Iya, andaikan ada Coleth.Dia sungguh pintar dalam bahasa itu ( sambil berbisik )Okay.Yes..It is.Just gave it to you.From your Grandma, Nyonya Joneth.
L :Oh..Thank you.This is for you ( sambil memberikan titipan dari Chelley)From Chelley.But, she doesn’t here.She goes to Rainbow City.
T+L :Ohhh...Okay, byee...byeee...
L :Byee...Byee...Thank you for all.
N :Setelah mengantarkan pemberian dari Nyonya Joneth.Akhirnya Teddy dan Lino berjalan pulang dengan hati yang senang.Akhirnya tibalah mereka pulang ke rumah masing – masing.
T :Hallo!Tok..Tok.
L :Hallo!Sepertinya pintu ini tidak terkunci, mari kita masuk.
T :Hai, Coleth.Aku sudah mengerti apa maksudmu itu.Sungguh kau adalah sahabatku yang cerdik.
C :Hahaha..Kau baru mengakuinya sekarang!Mari kita mengucapkan salam jumpa kepada teman – teman kita disini.
T + L + C : Terima kasih pada teman – teman kami dan Bapak Guru yang sudah menonton drama sederhana kami ini.Maafkan kami jika kami menyampaikan pesan dalam drama ini tidak terlalu sempurna.Salam jumpa.Terima kasih. ( sambil menunduk / memberi hormat )
Tamat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar