Terima Kasih Tuhan
Aku pernah berbohong, tetapi entah mengapa masih saja aku dapat bersekolah
Aku pernah mencuri, tetapi entah mengapa masih saja aku dapat menikmati makanan dan minuman
Aku pernah berkelahi., tetapi entah mengapa orang – orang masih menyanyangiku
Aku pernah melawan dan bertindak tidak adil, tetapi Tuhan masih membiarkanku hidup dan tetap menyayangiku
Aku tak bisa membayangkan
Jika Tuhan memberhentikan nafas hidupku
Aku tak bisa membayangkan
Jika Tuhan membiarkanku sengsara mengalami sakit – panyakit
Aku’pun tak pernah habis berpikir
Baiknya Tuhan, masih memberikan kami nafas di tengah dosa pekat yang kami perbuat
Kami tak tahu bagaimana sakitnya menahan rasa pedih dalam menghadapi manusia yang bersalah
Aku ingin memiliki hati sepertiMu, Tuhan
Aku ingin!
Seandainya aku punya beribu – ribu karat emas
Berbutir – butir mutiara
Bergram – gram perak
Bisakah aku tukar dengan hatiMu, Tuhan?
Sedikit saja, aku ingin menikmati bagaimana rasanya menjadi Engkau
Namun pasti, pemimpinanku tidak lebih sepurna dari Engkau
Tuhan, aku juga tak sadar
Bagaimana agungnya kemuliaanMu
Cinta berkobar dan pengorbanan besar
Begitu mudahnya Engkau berikan kepada kami
Padahal, kami bukan siapa –siapa
Yang hanya menumpang hidup, dan memelihara segala sesuatu yang Allah ciptakan
Aku sungguh bersyukur memiliki Engkau
Di tengah tanah tandus, Engkau masih menumbuhkan bunga
Di tengah samudera yang luas, kau masih memberikan jalan untuk kami menyeberang
Terima kasih Tuhan!
Tapi, aku tak punya apa – apa
Emas saja aku tak punya
Perak aku tak memiliki itu
Aku tak ada apa – apanya jika tak ada orang yang menyayangiku dan Engkau
Tapi, aku ingin membalas kasihMu, Tuhan
Tapi, aku tak tahu caranya
Kiranya kasih setiaku ini dapat menjadi hadiah yang paling mulia untukMu, Tuhan
Hanya sebaris kata yang dapat aku ungkapkan di lembar kertas tanpa adaya ini
Dengan segenap talenta dan kemampuan yang dariMu juga, Bapa
Aku satukan dengan hati serta setiaku kepadaMu
TERIMA KASIH TUHAN YESUS!
N
o FATHER can LEAVE their CHILD
o FATHER can POOR their FAMILY
© Ruth Arthasya Angelica
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar