Temanku
Teman...
Lihat diriku...
Tak mensyukuri, apa yang telah kumiliki
Pakaian yang layak,
Makanan yang sedap,
Dan orang – orang yang mencintaiku
Teman...
Penuh pengorbanan hidupmu
Sungguh tak kusangka
Engkau bertetes keringat setiap hari
Bahkan terkadang, kau rela bertetes keringat tubuhmu
Tanpa berkeluh kau melakukan
Apa yang tak seharusnya kau lakukan
Diriku...
Berubahlah engkau!
Lihat keadaan sekelilingmu!
Tak seperti engkau
Yang tercukupi, kebutuhanmu
Teman...
Sungguh haru aku
Melihat keadaanmu yang seperti itu
Tak seperti layaknya anak lain
Kau bekerja...
Tanpa berkeluh kesah
Temanku...
Haru aku melihatmu
Aku malu melihat diriku
Yang tak menyadari kehidupanku
Diriku...
Aku masih menginjak ubin yang halus
Aku masih memakan sayuran segar
Aku masih bisa menatap langit biru nan cerah
Aku masih bisa berkeluh kesah
Tetapi tidak dengamu, teman...
Batu kerikil masih harus kau lewati
Lapar perutmu bukan suatu masalah bagimu
Semua kau terima apa adanya
Temanku...
Kehidupanmu sungguh menjadi teladan bagiku
Pengorbananmu sungguh menjadi figur bagiku
Temanku...
Tetaplah kau menjadi yang terbaik
Di dalam kehidupanmu
Kuyakin kau pasti bisa!
Menjadi apa yang, kau cita – citakan selama ini
Terima kasih temanku, engkau telah mengubah hidupku
Aku sungguh haru melihat keadaan teman – teman di sekelilingku.Tak seperti kita, mereka harus bekerja demi mendapatkan uang.Kasihan sekali mereka, tak ada orang yang mau memperhatikannya.Tak seperti kita, masih ada orang tua, saudara kita, yang masih memperhatikan dan menyayangi kita.Jadi mulai sekarang kita harus, merubah kehidupan kita, menjadi lebih baik.
Ruth Arthasya Angelica / VB / 22
Kamis, 13 Januari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar